
Benci. Satu kata yang terus ku ucap. Dan selalu ingin ku ucap. Kenapa? Kenapa ini harus terjadi padaku?? Sejak smsan sama MD, aku makin suka aja sama dia. Dia ciptaan-Nya yang terindah, yang menghanyutkan hatiku. Semua telah terjadi, aku tak bisa berhenti memikirkannya. Dia ngebuat aku senyum-senyum sendiri, ketawa, seneng, tapi dia juga ngebuat aku nangis tiap malem. (Halah! Kok jadi puistis gini sih??)
Tapi ini bener. Mungkin kalian pikir aku terlalu drama queen. Ya, mungkin. Tapi dia bener-bener ngebuat aku hanyut dan lupa kalau aku masih ada hubungan darah dengan dia! Dia emang baik. Baik banget sama aku. Tapi dia selalu ngebuat aku sedih, karna mencintainya nggak ada harapan. “Wajahmu, hatimu, dan tentang dirimu… selalu berada di dalam hatiku. Namun tak mungkin aku untuk memilihmu… Dan tak mungkin untukku untuk dapat cintamu, walau rasa di hati ingin memilikimu. Aku tahu, kau bukan untukku….”
Dan “Benci”. Tiap kali kuingat dia, mungkin senang, bahagia, seperti ada ratusan kembang api dalam hatiku, tapi kemudian aku mengatakan hal tersebut berulang-ulang.
Apa yang ku benci?? Dia atau perasaanku?? Yang ku tahu… aku nggak akan bisa memilikinya… Dan tak luput dari pasti, tak mungkin dia berkata “Benci!” yang mempunyai arti cinta…
Minggu, 04 Oktober 2009
BENCI!
Diposting oleh NN di 01.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar